EUFORIA GLOBAL WARNING MASIH BERLANJUT

24 10 2008

EUFORIA GLOBAL WARNING MASIH BERLANJUT

Pemanasan global yang merupakan semakin tercabiknya lapisan ozon diatmosfir dan mengancam kehidupan di bumi karena rusaknya lapisan yang melindungi bumi dari sinar matahari secara langsung, ini diakibatkan oleh ulah dari manusia sendiri, terlebih Negara-negara maju yang mengeploitasi bumi tanpa memikirkan dampaknya. Yang memprihatinkan Negara berkembang seperti Indonesia, harus menanggung akibat dari ulah Negara maju, ini semakin jelas arogansi mereka pada pertemuan di Bali beberapa waktu yang lalu yang membahas tentang pemanasan global.

Akibat dari adanya isu global warning, khususnya di Surabaya {mungkin karena dekat dengan Bali} semakin gencar membuat taman kota dan membersihkan PKL, dan untuk membuat masyarakat menjadi maklum pemerintah minta dukungan media. Tak ketinggalan UNITOMO kampus Kebangsaan dan Kerakyatan, meski isu global warning telah menghilang, tapi UNITOMO baru saja menyelesaikan proyek prestisius yang bisa membuat paru-paru dunia, yaitu “Taman Rektor” [karena lokasinya depan gedung rektorat].

Edisi , juli 2008 Ditengah pemasalahan Unitomo yang krisis finasial, sampai adanya pengurangan gaji karyawan dan dosen, penghematan air dan listrik, rektorat membuat taman, yang sebenarnya dana untuk taman bisa dialokasikan kelainnya [terkesesan mubadir], tapi kami yakin rektorat pasti mempunyai alasan yang kuat untuk proyek taman itu. Mungkin karena Unitomo mendapat penghargaan dari kopertis tentang penelitian dan pengabdian masyarakat, tata kelola dan kemahasiswaan.

Sebenarnya kami berfikir aneh Unitomo mendapat penghargaan tentang kemahasiswaan, karena selama ini kegiatan kemahasiswaan berada dibawah standart, kaderisasi tak jalan, dan kegiatan-kegaitan mahasiswa terbentur masalah dana, ukm yang produktif tinggal hitungan jari, bem sendiri kebingungan mau ngapain dlm dan mm berfikir tidak ada yang harus dikerjakan, kondisi yang seperti ini kok mendapat penghargaan, atau mungkin kondisi yang seperti ini yang terbaik menurut mereka.

Edisi , juli 2008 Pembuatan taman mungkin juga untuk memperbaiki citra Unitomo dari yang sebelumnya panas menjadi sejuk. Mungkin ini sudah menjadi karakter Unitomo, pada Ospek tahun kemarin panitia Ospek sudah mengumpulkan puluhan kembang dari para maba dan diserahkan kepada Biro lingkungan, tapi kok tidak ada hasilnya, dijualkah atau dibiarkan mati….? Dan sekarang membuat taman, katanya krisis financial sehingga mengurangi fasilitas yang seharusnya menjadi hak mahasiswa, contohnya AC mati tetap tidak dihidupin.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: