OBRAK

4 Paradigma Sosial

Memandang Kestabilan, Perubahan, Konflik, dan Interaksi sebagai Unsur dalam Kehidupan Sosial.

1.Paradigma Evolusi.

Paradigma evolusi memandang kestabilan adalah mutlak dicapai, kestabilan ini dapat dicapai berdasar pada nilai-nilai yang telah ada dan berkembang dalam masyarakat, yaitu nilai-nilai kultural dan religius.

Perubahan yang terjadi akan dirasakan sangat lambat kearah khusus dan berbeda. Namun perubahan tersebut dapat disadari oleh masyarakat.

Konflik yang terjadi di masyarakat selalu ada sebagai proses pencarian bentuk-bentuk social yang pas dan sesuai. Konflik yang terjadi diupayakan untuk ditiadakan, dengan jalan diselesaikan dan dicarikan jalan keluarnya. konflik ini muncul secara alami sebagai reaksi atas pencarian bentuk-bentuk sosial yang pas dengan nilai-nilai yang ada.

Proses interaksi dalam masyarakat terjadi secara langsung sebab menurut paradigma ini masyarakat adalah suatu bagian yang saling berhubungan, bekaitan, berulang-ulang dan berpola.

2. Paradigma Fungsionalisme Struktural.

Kestabilan dalam paradigma ini sifatnya adalah mutlak dan dapat tercipta atas sistem politik yang bagus sekaligus dapat mengatur kesinambungan hubungan antar organisasi didalamnya.

Perubahan yang terjadi dalam masyarakat terjadi sangat cepat, sehingga tidak begitu disadari karena perhatian utama paradigma ini adalah kinerja fungsi-fungsi struktur yang ada dalam masyarakat.

Konflik yang terjadi bisa diadakan dan juga bisa ditiadakan. Konflik yang terjadi dapat muncul secara alami ataupun direncanakan. Konflik yang ditiadakan dapat melalui segala cara.

Interaksi yang terjadi dalam masyarakat terjadi secara langsung

3. Paradigma Konflik.

Menurut paradigma konflik, kestabilan adalah hal yang mutlak dicapai namun rasanya sangat sulit, sebab masyarakat terdiri atas berbagai kategori yang memiliki kepentingan yang berbeda, sehingga menimbulkan banyak pertentangan. Kestabilan ini dapat diupayakan melalui perubahan sistem politik yang pasti berakibat pada sistem ekonomi, dan bila perlu menggunakan cara-cara militer.

Perubahan sosial dalam paradigma ini sifatnya berterus-terusan sehingga kondisinya sulit untuk stabil namun senantiasa berubah sehingga tidak begitu disadari.

Konflik yang terjadi lahir secara alamiah dan sedapat mungkin untuk ditiadakan dengan jalan apapun. Interaksi masyarakatnya terjadi secara tidak langsung.

4. Paradigma Interaksionalisme Simbolik.

Dalam paradigma interaksionalisme simbolik, kestabilan adalah hal yang sangat mutlak untuk dicapai, sebab masyarakat adalah suatu sistem pengertian yang didalamnya terdapat aktivitas individu yang diharapkan memunculkan kestabilan. Kestabilan ini dapat muncul atas stabilitas politik, dan kultural religi.

Perubahan yang terjadi dalam masyarakat begitu disadari. Konflik yang terjadi sebisa mungkin untuk diselesaikan dengan tidak menimbulkan konflik baru interaksi dalam masyarakat terjadi secara tidak langsung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: